Ana Susan (… still runnin’)

img_6768

Sambil duduk-duduk nunggu teman di perempatan jalan, daripada bengong mending jepret-jepret… sekalian belajar panning. Tapi masih belum kelihatan bener ya efek panning-nya di foto ini…

Dipublikasi di blogfoto | Tag , , | 3 Komentar

Lensa atau Pesta?

Beberapa hari ini saya sedang bimbang, ada dua kubu yang sedang berperang dalam kalbu *hueks*: Lensa Tamron 18-200 mm melawan Pesta Blogger 2010 di Jakarta *sekalian backpacking ke Jogja (dan Surabaya)*. Saran dari temen (sekalian bos) ketika saya minta pendapatnya, “terserah lo aja… mana yang jadi prioritas.” Masalahnya, keduanya bukan prioritas utama dan bisa diabaikan, dibuang jauh-jauh karena ada yang lebih penting… yaitu ngerjain tugas akhir yang sudah dua semester men-jablay. :”>

Jadi… mereka ini sama-sama nggak (begitu) penting, kebutuhan lux, ngabis-ngabisin duit… tapi bisa memberi kepuasan batin. Priceless… begitu kata iklan kartu kredit di televisi. *lah ini kok malah ngelantur kemana2 toh…*

Langsung aja deh… plus-minus masing-masing:

Tamron 18-200 mm

Plus:

  • Kinerja Si Bude (Canon 1000D) lebih tanggung di berbagai event ;))
  • Bisa membidik objek yang susah didapat kalau menggunakan lensa standar, misalnya orang hanyut di tengah sungai yang lebar :-|
  • Berbentuk fisik, bisa dimanfaatkan bertahun-tahun. Duit ilangnya kemana, terasa.

Minus:

  • Membiasakan beli lensa all-in-one itu katanya nggak baik (tapi gimana lagi… duit pas-pasan).
  • Si Bude dengan lensa standar saja belum bisa saya gunakan dengan maksimal, kalau ganti lensa takutnya malah mubazir.
  • Jadi manja, makin males menggunakan kaki untuk mendapatkan posisi yang bagus.
  • Fotografer lain bisa berkreasi dengan lensa standar, masa saya enggak?

Pesta Blogger 2010 + backpacking

Plus:

  • Nambah temen, nambah wawasan, nambah pengalaman.
  • Bisa belajar dan ngasah skill fotografi di jalan.
  • Dah lama nggak ke kampung bapak di Bantul, bisa ketemu sama sepupu di Surabaya.
  • Memaksa untuk lebih kreatif dalam membidik objek (karna gak jadi beli lensa).
  • Bisa kopdar sama warga kampung ;))

Minus:

  • Kemana duitnya ngilang, nggak nampak. hanya terasa saat jalan-jalan itu aja (walaupun dapat pengalaman)
  • Perginya sendirian, belum pernah backpacking sebelumnya.
  • Rute ‘campaign’-nya belum direncanakan
  • Masih ragu apakah benar-benar pengen pergi :(

Begitulah…

Sebenarnya masih ada pilihan ketiga:  nggak kemana-mana, nggak beli lensa 18-200 (duitnya terus ditabung sampe bisa beli Tamron 18-270 mm), fokus ke tugas akhir dan setelah tamat kuliah baru jalan-jalan sepuasnya  *pilihan ketiga ini ada plus minusnya juga, tapi nanti lah diceritain di postingan selanjutnya…. biar ada bahan :))*.

Jadi… bagusnya gimana ya?

Mulai (rutin) ngeblog lagi ternyata nggak semudah membalikkan telapak tangan *sebenernya sih nggak susah juga, emang niatnya aja yang masih kurang :p*, apalagi yang ada di dalam kepala ini lebih banyak yang abstrak, bercabang, dan nggak penting.

Dipublikasi di Uncategorized | 7 Komentar

Hello world!

Selamat datang di dagdigdug.com. Ini merupakan post pertama Anda. Sunting atau hapus artikel ini, dan selanjutnya kami ucapkan selamat ngeblog!

Dipublikasi di Uncategorized | 1 Komentar