Sambil duduk-duduk nunggu teman di perempatan jalan, daripada bengong mending jepret-jepret… sekalian belajar panning. Tapi masih belum kelihatan bener ya efek panning-nya di foto ini…
Lensa atau Pesta?
Beberapa hari ini saya sedang bimbang, ada dua kubu yang sedang berperang dalam kalbu *hueks*: Lensa Tamron 18-200 mm melawan Pesta Blogger 2010 di Jakarta *sekalian backpacking ke Jogja (dan Surabaya)*. Saran dari temen (sekalian bos) ketika saya minta pendapatnya, “terserah lo aja… mana yang jadi prioritas.” Masalahnya, keduanya bukan prioritas utama dan bisa diabaikan, dibuang jauh-jauh karena ada yang lebih penting… yaitu ngerjain tugas akhir yang sudah dua semester men-jablay. :”>
Jadi… mereka ini sama-sama nggak (begitu) penting, kebutuhan lux, ngabis-ngabisin duit… tapi bisa memberi kepuasan batin. Priceless… begitu kata iklan kartu kredit di televisi. *lah ini kok malah ngelantur kemana2 toh…*
Langsung aja deh… plus-minus masing-masing:
Tamron 18-200 mm
Plus:
- Kinerja Si Bude (Canon 1000D) lebih tanggung di berbagai event ;))
- Bisa membidik objek yang susah didapat kalau menggunakan lensa standar, misalnya orang hanyut di tengah sungai yang lebar :-|
- Berbentuk fisik, bisa dimanfaatkan bertahun-tahun. Duit ilangnya kemana, terasa.
Minus:
- Membiasakan beli lensa all-in-one itu katanya nggak baik (tapi gimana lagi… duit pas-pasan).
- Si Bude dengan lensa standar saja belum bisa saya gunakan dengan maksimal, kalau ganti lensa takutnya malah mubazir.
- Jadi manja, makin males menggunakan kaki untuk mendapatkan posisi yang bagus.
- Fotografer lain bisa berkreasi dengan lensa standar, masa saya enggak?
Pesta Blogger 2010 + backpacking
Plus:
- Nambah temen, nambah wawasan, nambah pengalaman.
- Bisa belajar dan ngasah skill fotografi di jalan.
- Dah lama nggak ke kampung bapak di Bantul, bisa ketemu sama sepupu di Surabaya.
- Memaksa untuk lebih kreatif dalam membidik objek (karna gak jadi beli lensa).
- Bisa kopdar sama warga kampung ;))
Minus:
- Kemana duitnya ngilang, nggak nampak. hanya terasa saat jalan-jalan itu aja (walaupun dapat pengalaman)
- Perginya sendirian, belum pernah backpacking sebelumnya.
- Rute ‘campaign’-nya belum direncanakan
- Masih ragu apakah benar-benar pengen pergi :(
Begitulah…
Sebenarnya masih ada pilihan ketiga: nggak kemana-mana, nggak beli lensa 18-200 (duitnya terus ditabung sampe bisa beli Tamron 18-270 mm), fokus ke tugas akhir dan setelah tamat kuliah baru jalan-jalan sepuasnya *pilihan ketiga ini ada plus minusnya juga, tapi nanti lah diceritain di postingan selanjutnya…. biar ada bahan :))*.
Jadi… bagusnya gimana ya?
–
Mulai (rutin) ngeblog lagi ternyata nggak semudah membalikkan telapak tangan *sebenernya sih nggak susah juga, emang niatnya aja yang masih kurang :p*, apalagi yang ada di dalam kepala ini lebih banyak yang abstrak, bercabang, dan nggak penting.
Hello world!
Selamat datang di dagdigdug.com. Ini merupakan post pertama Anda. Sunting atau hapus artikel ini, dan selanjutnya kami ucapkan selamat ngeblog!
